0

6 orang-orang yang menjadi kaya dengan cara yang tak pernah terbayangkan

Belle Gunness

Butuh pengorbanan yang besar untuk dapat tetap hidup di segala keadaan. Mungkin ini yang menjadikan alasan Belle Gunness, seorang istri sekaligus ibu untuk dapat terus hidup.
Warga asli Norwegia ini memutuskan untuk bermigrasi ke Amerika pada tahun 1881. Di Amerika dia lalu berkeluarga dan membuka sebuah toko yang berujung pada kebangkrutan. Satu tahun kemudian toko itu habis dilalap si jago merah. Tetapi untungnya, toko itu diasuransikan. Uang asuransi itu pun ia gunakan untuk membeli rumah di Austin, namun pada tahun 1898 ia kembali terkena musibah, kali ini rumahnya pun kebakaran sampai habis tak tersisa, untungnya rumahnya itu diasuransikan. Pada tahun 1900, suaminya, Max Sorenson meninggal, dan meninggalkan 2 asuransi. Belle lalu menggunakan uangnya untuk membeli sebuah perkebunan di La Porte, Indiana. Segera setelah pindah, rumahnya kembali terbakar.
Pada tahun 1902, suami kedua Belle, Peter Gunness meninggal dengan alasan tertimpa mesin pembuat sosis. Belle mendapatkan $3000 dari kejadian ini. Dia lalu menlancarkan aksinya kembali dengan mulai mencari pasangan hidup yang ia sebarkan di Koran. Selama 2 tahun setelah itu banyak nama-nama yang menghilang secara misterius setelah pergi ke perkebunan Belle.
Akhirnya pada tahun 1908, setelah kebakaran kesekian kalinya di perkebunan Belle, polisi menemukan 4 mayat di basement; satu orang dewasa dan tiga anak kecil. Namun sampai sekarang, mayat itu belum bisa dipastikan Belle, karena kepalanya menghilang. Banyak detektif mengira Belle masih hidup dan masih menipu kantor-kantor asuransi diberbagai tempat. Dari berbagai ’usaha’ ini, Belle diperkirakan menghasilkan sampai dengan $250,000



Burke & Hare

Berikutnya ada si bersaudara Willia Burke dan William Hare berasal dari Inggris yang melakukan profesi sebagai pencuri mayat untuk dibedah. Di bidang kesehatan, terutama untuk keperluan research dan penelitian lainnya, mayat memang dibutuhkan khususnya oleh para mahasiswa di bidang kedokteran. Kedua bersaudara ini pertama kali menerapkan ide ini dengan menjual tubuh penyewa apartement nya yang memang sudah meninggal. Mereka menjualnya untuk 7 dollar kepada Edinburgh Medical College, Inggris.
Mereka pun memikirkan cara lain agar usaha mereka dapat berjalan lebih lancer lagi. Mereka membuat mayat sendiri! Dua bersaudara ini berkeliaran dan membunuh orang sesuka hati dan menjualnya!. Dengan bantuan dari istri-istri mereka, selama hampir 18 bulan mereka berhasil membunuh 16 orang. Pertama mereka membunuh para penyewa apartement mereka, kemudian ketika ’supply’ tak lagi cukup, mereka memikat orang lagi untuk jadi penyewa di apartement mereka.
Aksi-aksi mereka ini mulai dicurigai salah satu penyewa yang menemukan mayat dari bawah kasur mereka lalu segera melaporkan hal ini ke polisi. Hare dibebaskan dari tuntutan sebagai pertukaran dari kesaksian Burke. Burke pun mendapat hukuman gantung pada tahun 1829 dan mayatnya diberikan kepada mahasiswa kedokteran untuk kemudian dibedah.


Marcus Licinius Crassus

Marcus Licinius Crassus adalah seorang jenderal Roma yang memulai karirnya sebagai pemadam kebakaran. Semua ini dimulai dar terbakarnya sebuah bangunan di Roma yang besar dan terlalu rentan terbakar. Untuk menyelesaikan ini, ia membawa 500 budak untuk membantunya. Percakapan pun terjadi diantara Crassus dan pemilik bangunan:
"Jual bangunanmu ini kepadaku, atau akan kubiarkan rata dengan tanah. Akan kuberi kau 30 talents (mata uang roma pada masa itu)"
"Ah, yang benar saja, aku membelinya seharga 72, bahkan aku telah banyak merenovasinya! "
"kuberi tambahan 10, kita tidak punya banyak waktu lagi, mau atau tidak?!"
Ternyata kejadian ini memang disengaja oleh Crassus, ia menyuruh budak-budaknya untuk membakar bangunan yang strategis, membelinya dengan paksa seperti cara itu, lalu menjualnya kembali dengan untung yang berlimpah. Dengan aksinya ini, ia sempat menjadi salah satu dari 10 orang terkaya di Roma pada masa itu.
Crassus akhirnya pergi berperang ke Irak lalu mulai menerapkan sistem ini lagi, namun ia ditangkap, disiksa, dan diminumkan perak cair panas sebagai simbol dari kekayaannya.


Masyarakat Vernon, Florida

Sekitar tahun 1950-1960 di Amerika, tercatat setidaknya 2/3 dari kecelakaan yang mengakibatkan hilangnya anggota tubuh berasal dari satu daerah, yaitu Florida. Orang-orang Vernon disana sengaja ’mencacatkan’ tubuh mereka sendiri demi mendapatkan klaim asuransi. Hampir sekitar 50 orang dicatat mengalami kecelakaan yang tragis yang menyebabkan hilangnya anggota badan. Seorang agen asuransi, L.W. Burdeshaw mencatat beberapa tipe kecelakaan yang ada, diantaranya adalah pria yang menggergaji tangannya sendiri ketika bekerja, pria yang kehilangan tangannya ketika seharusnya ia menembak elang, dan seorang pria yang tidak tahu bagaimana kehilangan dua anggota tubuhnya sambil memegang senapan dan sebuah traktor. Agen-agen asuransi yang sebelumnya telah berhasil dikelabui oleh kasus Belle, menjadi lebih waspada dan curiga.


H.H Holmes

Berikutnya adalah H.H Holmes, seorang sarjana kedokteran dari University of Michigan tahun 1884. Holmes merupakan orang yang menyenangkan, tampan, dan bersahabat. Dia pindah ke Chicago dan bekerja di sebuah apotik.
Lalu apa yang salah dengan segala kehidupannya yang bisa dibilang sempurna ini?
Dimulai dari tahun 1888, Holmes membunuh bos nya dan menguasai apoteknya. Dia lalu melakukan ekspansi bisnisnya dengan membangun sebuah hotel bersebrangan dengan apotiknya itu. Tentu saja itu bukan hotel biasa, karena sekali masuk ke dalamnya, kau tidak akan bisa keluar. Kau akan dipastikan mati atau perlahan mati kehabisan udara di ruang kedap udara,atau bahkan sedang diregangkan pada sebuah rak di bawah tanah yang digunakannya untuk melihat seberapa panjang tubuh manusia dapat diregangkan!.
Itu hanyalah di bagian basement. Karena pada kenyataanya, bangunan itu dirancang sespesifik mungkin dengan labirin yang mengarah pada ruang rahasia yang berbeda-beda, dinding rahasia, laboratorium rahasia, serta ruang penyiksaan.
Holmes mendesain semua itu bukan hanya untuk kesenangannya semata. Sama seperti kasus-kasus sebelumnya, ekonomi lah yang menyebabkan semuanya. Setelah tamu di hotelnya telah dibunuh, Holmes akan membawanya ke basement, dikuliti beserta daging sampai hanya bersisa kerangka tulang, untuk kemudian dijual ke sekolah-sekolah kedokteran.
Pada tahun 1893 dia memutuskan pindah ke Philadelphia karena usahanya semakin sepi (ada yang bilang kalau semua orang di Chicago telah habis dibantai olehnya). Di Philadelphia di amembunuh rekan bisnisnya untuk mendapatkan klaim asuransi sebesar $10.000. setelah itu ia kabur dengan membawa tiga anak temannya itu. Tebak apa yang terjadi dengan mereka? Holmes lalu ditangkap untuk pembunuhan rekannya itu dan ketiga anaknya, untuk kemudian dikenai hukuman gantung. Laporan resmi mengenai jumlah korbannya yaitu 27 orang, walaupun sebagian orang menganggap jumlah itu terlalu sedikit.

 hotel yang di bangun holmes


Dr. Marcel Petiot

Januari 1942, saa itu Nazi menguasai Perancis. Saat itu ada seorang penipu bernama Dr. Marcel Petiot yang pindah ke Paris dan membuka sebuah klinik dengan mengaku pernah bekerja di sebuah rumah sakit jiwa. Memang itu nyaris betul, hanya saja ia menjadi pasien disana.
Karena pengalamannya melihat barang-barang yang digunakan di rumah sakit jiwa, Petiot lalu berbisnis narkoba dan mulai membuka praktik aborsi ilegal. Ketika perang dunia ke 2 terjadi dan banyak bencana dimana-mana, Petiot melihat ini sebagai peluang baru.
Ketika para kaum Nazi mulai memburu para Yahudi untuk kemudian ditempatkan di kamp konsentrasi, Petiot menawarkan jasa untuk para Yahudi bisa keluar dari Negara itu dengan 25.000 Francs per orang. Ketika orang-orang itu mulai berdatangan mencari bantuannya, Petiot mengatakan bahwa sebelum mereka di migrasikan ke Argentina, mereka harus disuntik kekebalan terlebih dulu...
Pada 6 Maret 1944, polisi lalu mendatangi rumah Petiot yang terbakar. Didalamnya, polisi menemukan sebuah tumpukan besar kapur dicampur dengan mayat-mayat manusia. Mereka juga menemukan galian lubang yang berisi penuh dengan kapur dan mayat yang sudah mulai terurai. Di basement mereka juga menemukan sebuah bak yang penuh dengan mayat dan sebuah ruang octagonal yang kedap suara dengan dinding-dinding tinggi dan lubang intip di bagian pintu. Di bagian tangga, polisi menemukan kantong besar berisi mayat tanpa kepala dengan organ-organ yang sudah tak ada.
Petiot lalu ditangkap, tapi dia masih saja menyangkal bahwa semua itu hanyalah kesalahpahaman belaka. Tentu saja tak ada yang percaya, Petiot lalu dipenggal.


 sumber