0

Kapasitor super akan gantikan baterai


Kapasitor super, yang saat ini banyak digunakan pada mainan anak-anak, akan gantikan baterai di masa yang akan datang. Penetliti dari Drexel University saat ini sedang mengembangkan kapasitor itu agar dapat digunakan pada berbagai perangkat yang sekarang banyak digunakan, seperti laptop dan ponsel.

Kapasitor, mirip baterai, menyimpan energi. Hanya saja, baterai menyimpan energi secara kimiawi. Energi kimia itu lalu diubah menjadi energi listrik. Perubahan energi listrik ke energi kimia (juga sebaliknya) butuh waktu. Makanya, tak heran kalau baterai ponsel atau laptop butuh waktu beberapa jam untuk diisi secara penuh. Kapasitor tak butuh konversi energi kimia ke energi listrik sehingga listrik dalam kapasitor dapat diisi jauh lebih cepat ketimbang baterai. Akan tetapi, kapasitor tidak dapat menyimpan energi listrik dalam waktu lama--listrik dalam kapasitor bisa habis dalam waktu beberapa detik.

Meski demikian, kapasitor super bisa menyimpan energi pada ion-ion yang terkumpul di permukaan karbon. Kapasitor super ini sudah banyak digunakan pada mainan, termasuk model pesawat terbang dan helikopter.

Pada kapasitor super baru yang sedang dikembangkan, energi listrik dihasilkan dari sebuah letupan yang kuat yang mengubah karbon menjadi lapisan berlian berukuran nano. Para peneliti kemudian mengubah berlian tersebut ke dalam ratusan lapisan graphene, setiap berlian berada di dalam berlian yang lain, seperti boneka dari Rusia. Ketika graphene itu diberi elektrolit, mereka bisa berisi listrik 200 Volts setiap detiknya.

"Kalau diupayakan, angka itu bisa lebih besar lagi," kata Vadym Mochalin, peneliti dari Drexel University. Artinya, ponsel, laptop, dan perangkat lain dapat diisi ulang dalam waktu yang instan. Listrik itu kemudian dioper ke baterai untuk disimpan.

Karena kinerjanya yang baik, para peneliti dari Drexel mengusulkan untuk mengomersialkan kapasitor super. Ketika sudah banyak digunakan, harga kapasitor super ini bisa lebih murah. Berlian nano murah tidak seperti berlian untuk perhiasan. "Dengan beberapa ratus dolar, satu pon berlian nano sudah bisa didapat," ujar Mochalin.

Dengan bahan-bahan pembuat yang harganya tidak mahal, kata ahli berlian nano Olga Shenderova, para peneliti bisa menghasilkan kapasitor super generasi baru yang bisa membuat ponsel bertahan selama beberapa minggu atau beberapa hari untuk laptop. Perangkat-perangkat juga bisa semakin enteng dan kecil karena ukuran kapastior ini lebih kecil ketimbang baterai Li-ion.


Sumber: National Geographic